Begitucintanya beliau kepada umatnya membuatnya memohon kepada Allah SWT agar umat Nabi Muhammad tidak diberi kesulitan saat dicabut nyawa. Cara beliau bersyukur atas nikmat dans egala hal yang diberikan oleh Allah pantas menjadi contoh bagi semua kalangan. Sehingga, syukur tidak hanya ditunjukkan melalui lisan saja tapi juga tindakan. Dansebuah pesan dari Muhammad ﷺ. Dan ada juga impian saya untuk berbagi dengan orang-orang. Saya pergi ke orang-orang Muslim Besar dengan pesan ini dan mereka menertawakan saya. Mereka berkata "Qasim pergi dan melakukan sesuatu yang lain dan jangan buang waktu kita". Ini membuatku tertekan tapi aku bilang "tidak, aku janji Muhammad" ﷺ. Merekamenjawab: Ini bulan haram.". Nabi Muhammad bersabda lagi: "Sesungguhnya darahmu, hartamu dan anggota tubuhmu itu haram sebagaimana keharaman hari ini, di negara ini dan bulan ini. (HR Imam Bukhari) Kalimat Rasulullah dalam khutbah itu diulang-ulang dan dilanjutkan dengan doa dan penegasan bahwa khutbah itu sebagai wasiyat pada umatnya. Sebab Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan umatnya untuk tidak mengabaikan kiprah-kiprah yang bisa dilakukan di dunia. Sebagai gambaran, banyak sahabat beliau yang kaya raya. Namun, kekayaan mereka tidak sampai membutakannya untuk selalu mengabdi sebagai hamba Allah serta berupaya taat dan takwa kepada-Nya. Tidakhanya menekankan pesan pentingnya integrasi sosial yang terkandung dalam kalimat tersebut, Rasulullah juga menerima hadiah sebagai penyambung silaturahim dari warga setempat. Hendaknya ada suatu amalan khusus yang kalian persembahkan kepada nabi Muhammad sebagai hadiah karena banyak nya jasa beliau kepada kita umatnya. Artikel BeginilahPesan Terakhir Nabi Muhammad SAW Menjelang Wafat Begitu besar kasih sayang dan rasa cinta Rasulullah kepada umatnya Satu hal yang perlu disyukuri oleh seluruh umat muslim di dunia adalah bahwasanya mereka memiliki seorang imam yang sangat mulia dan senantiasa mencintai mereka tanpa ada batasnya. HAJIWADA'. Haji wada adalah perpisahan Rosulululloh dengan umatnya. Segala sesuatu akan ada akhirnya. Setiap kisah, ada penutupnya. Manusia datang, kemudian mereka pergi. Awalnya mereka mengucapkan salam pertemuan, lalu kemudian mereka berlalu dengan perpisahan. Hal demikian terjadi pada setiap orang, tidak terkecuali nabi kita Muhammad SAW. Abdullahbin Mas'ud adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang mendapatkan banyak pesan berharga dari Nabi Muhammad SAW. M Alvin Nur Choironi 31 Mei 2020 3435 Betapa bahagianya menjadi sahabat Nabi SAW. TRIBUNJOGJACOM - Allah SWT menciptakan siang dan malam untuk hambanya melakukan aktifitas dan beristirahat.. Ketika malam telah datang, maka tubuh yang telah beraktifitas seharian sudah saatnya mendapatkan porsi yang cukup untuk rehat. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan beberapa hal sebelum merebahkan diri di atas tempat tidur dan terlelap. NabiMuhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah. Keenam adalah dakwah bil Hikmah, yang berdakwah dengan cara arif bijaksana, semisal melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu JELANGHUT BHAYANGKARA KE-76, POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB Islam Digest > Islam Digest ; Pesan Rasulullah untuk Umatnya agar Menjaga Dua Hal ini. Kamis 16 Jun 2022 09:04 WIB. Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko pesan nabi muhammad; hadist nabi muhammad; rasulullah saw; NamunNabi Muhammad tidak seperti itu. Ia tetap turun ke bumi untuk menyerukan kebaikan di tengah umatnya. Inilah yang kemudian disebut sebagai etika profetik oleh Kuntowijoyo. Maka, para penghafal Alquran juga jangan sampai berdiam diri dalam kenyamanan di tengah dinding-dinding pesantren. Mereka harus turun ke realitas masyarakat dan NabiMuhammad SAW sebagai manusia yang mulia pada akhir masa hidupnya sudah meninggalkan pesan terakhirnya bagi umat Muslim yang saat itu hadir mendengarkan Jakarta Salah satu prinsip akidah seorang muslim ialah iman dan yakin bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah Utusan Allah. Keyakinan tersebut harus dinyatakan dalam ikrar dua kalimat syahadat. Apabila seseorang telah terlanjur memilih agama di luar Islam dan ingin masuk Islam, maka ia diwajibkan untuk Artikeldiambil dari : Khutbah Jumat: Pesan Kemanusiaan Rasulullah di Bulan Dzulhijjah. Jamaah yang Dirahmati Allah. Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Dengan semangat bulan Dzulhijjah, mari kita tetap teguhkan bahwa agama Islam yang kita anut menjadi Islam rahmatan lil 'alamin, agama penebar kasih sayang. SvXiLE2. Pesan Nabi setelah Ramadhan. Sumber hitungan hari, bulan Ramadhan telah berakhir. Hal inilah yang mendorong umat muslim untuk semakin giat dalam melaksanakan ibadah, baik itu saat bulan Ramadhan ataupun setelahnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga telah memberikan pesan-pesan khusus pada umatnya. Lantas, apa pesan Nabi setelah Ramadhan?Simak penjelasan selengkapnya tentang pesan Nabi Muhammad SAW kepada umat muslim setelah Ramadhan dalam artikel Nabi Setelah Ramadhan kepada Umat MuslimPesan Nabi setelah Ramadhan. Sumber dari buku Ramadhan Bersama Nabi Tafsir dan Hadis Tematik di Bulan Suci karya Rosidin 202133, pesan Nabi setelah Ramadhan berakhir kepada umat muslim adalah agar tetap mempertahankan ibadahnya yang telah dilakukan selama satu bulan penuh ketika cuma itu saja, umat muslim juga diperintahkan untuk menyempurnakan dan menekuni amalan-amalan yang mereka kerjakan tanpa perlu merasa khawatir jika amalan tersebut ditolak. Hal tersebut bahkan sudah dikatakan langsung oleh Ali bin Abi Thalib yang berbunyi sebagai لِقَبُوْلِ اْلعَمَلِ أَشَدَّ اهْتِمَامًا مِنْكُمْ بِاْلعَمَلِ أَلَمْ تَسْمَعُوْا اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَقُوْلُ إِنَّمَا يَتَقَبَلُ اللهُ مِنَ اْلمُتَّقِيْنَArtinya, ”Hendaklah kalian lebih memperhatikan bagaimana agar amalan kalian diterima daripada hanya sekedar beramal. Tidakkah kalian menyimak firman Allah ’azza wa jalla,[إِنَّمَا يَتَقَبَلُ اللهُ مِنَ اْلمُتَّقِيْنَArtinya, “Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa.” Al Maaidah 27.” Lathaaiful Ma’arif 232.Jadi, meskipun bulan Ramadhan sudah berakhir, namun kita sebagai umat muslim yang taat tetap harus mempertahankan ibadah dan amalan-amalan yang telah dilakukan. Dengan begitu, maka kita bisa menunjukkan sikap istiqomah dan konsisten dengan amalan itu, setelah puasa Ramadhan berakhir, umat muslim juga tetap dapat melaksanakan puasa sepanjang tahun. Salah satunya adalah dengan melaksanakan puasa di bulan Syawal selama enam hari. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi sebagai صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِArtinya, ”Siapa yang mengerjakan puasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka itu adalah seperti puasa sepanjang tahun.” HR. Muslim nomor 1164Demikian penjelasan tentang pesan Nabi setelah Ramadhan yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim. Anne Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diutus Allah subhanallahu Wa Ta'ala terakhir ke dunia selain hanya meng-Esakan Allah, pada zat, sifat dan perbuatanNya, beliau juga diturunkan untuk menyempurnakan akhlak. Sopan santun atau akhlak mulia bagian dari dakwah Rasulullah. "Rasulullah sendiri mengakui terus terang bahwa kedatangannya yang terpenting ialah hendak memperbaiki budi pekerti bangsa manusia, " kata Prof Dr Hamka dalam bukunya "Sejarah Umat Islam Pra Kenabian Hingga Islam di Nusantara." Dalam ajaranya Nabi Muhammad, mengharamkan tajassus, yaitu mengorek-ngorek keburukan orang lain dengan jalan mengintipnya. Dilarang membicarakan aib celaan orang di belakangnya. Dilarangnya hasad dan dengki, benci dan bermusuh-musuhan berdusta memberi gelar buruk, munafik dan memungkiri janji, berkhianat dan takabur. Akan tetapi Nabi Muhammad memerintahkannya untuk tawadhu merendahkan diri, penyayang penyantun, berbuat baik dan pemaaf. Menahan marah dan menahan diri dari membalas dendam, berbuat baik kepada sesama manusia dan malu menyimpan rahasia dan mensyukuri jasa orang, menziarahi orang sakit dan bertakziah apabila ada kematian. Beliau juga memerintahkan menyampaikan salam apabila bertemu, meminta izin apabila akan masuk ke rumah, membayarkan amanat kepada ahlinya. Pelan-pelan dalam bersuara dan sabar atas cobaan, menghabiskan permusuhan dan tidak mengungkit-ngungkit kembali. "Jangan mengikuti syak wasangka yang tidak berbalasan jahat," katanya. Dan jangan suatu kaum mensalahkan satu kaum yang lain, karena boleh jadi kaum yang dicelanya, keadaannya lebih baik daripadanya yang dicela. Demikian juga perempuan terhadap sesama perempuan agar jangan mencela satu golongan kepada golongan yang lain. "Boleh jadi perempuan yang dicela itu lebih baik daripada yang mencela," katanya. Buya Hamka menegaskan, Nabi Muhammad juga menyampaikan, perbuatan yang aman dicela adalah praktik nifak. Yaitu perbuatan lain di mulut, lain pula di hati. Ciri orang munafik ada tiga perkara yakni apabila berkata bercampur dusta, apabila berjanji mungkir, dan apabila dipercaya ia berkhianat dari kepercayaan itu. Ciri lainnya, apabila berdiri sholat, mereka berdiri dengan malas, dan apabila beramal hanyalah untuk menuntut penghargaan manusia pria dan tidak ingat akan Allah melainkan hanya sedikit. Dan banyak lagi ciri-ciri lain yang dilarang oleh Allah SWT. Oleh Bahron Ansori, Redaktur MINA Suatu hari, Nabi Shallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada Abu Dzar Jundub bin Junadah, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.” HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi Bila dihayati, tiga pesan Nabi di atas, sebenarnya adalah kunci dalam meraih berbagai kesuksesan hidup di dunia hingga akhirat. Namun, tidak semua insan di bumi ini tahu bahwa pesan Nabi itu adalah kunci kemenangan. Pesan-pesan di atas, sejatinya bukan hanya untuk seorang sahabat seperti Abu Dzar saja, tapi juga untuk seluruh kaum muslimin dimana pun berada, agar tunduk dan patuh kepada apa-apa yang dibawa dan disampaikan Nabi. Tujuan tiga dari wasiat Nabi itu adalah agar umat Islam bisa melaksanakannya sehingga ia akan selamat dunia akhirat. Berikut adalah sekilas uraian tentang tiga wasiat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di atas. Pertama, ittaqillah bertakwa kepada Allah’ dimana saja berada. Sangat mudah bagi setiap lisan untuk mengucapkan kata takwa’, tapi tidak semudah mengucapkan saat kata takwa’ itu mulai di amalkan. Takwa adalah alat untuk mengukur sejauh mana keyakinan seorang hamba dalam mengamalkan setiap perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Dengan kata lain, rasa takwa di dalam diri seorang hamba akan menunjukkan sebenar dan sebesar keimanannya kepada Allah. Karena itu, takwa menjadi key word kata kunci dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Dengan takwa itu pula, manusia jadi punya kualitas dihadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah Ta’ala. Banyak dalil dari al Qur’an dan as Sunnah yang meminta agar setiap hamba menjadi orang yang bertakwa. Takwa adalah sebuah wasiat yang mengandung inti pengamalan atas hak-hak Allah dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan seorang hamba. Tentang takwa itu, Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Takwa kepada Allah adalah meninggalkan apa yang Allah haramkan dan melaksanakan apa yang Ia wajibkan.” Jamiul Ulum wal Hikam, 1/400 Allah berfirman juga telah berfirman tentang sifat orang-orang yang bertakwa dalam al Quran surat al Baqarah ayat 177 yang artinya, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” Qs. Al-Baqarah 177 Kedua, melakukan amal kebaikan setelah melakukan dosa dan kesalahan. Beruntung sekali orang yang selalu punya niat baik di hatinya, dan berusaha untuk senantiasa berbuat baik kepada semua makhluk Allah Ta’ala. Sebagai manusia sempurna banyak salah dan dosa, maka sewajarnya manusia itu selalu ingat kepada Allah Ta’ala dengan berzikir selepas melakukan kesalahan dan dosa. Salah satu zikir yang sangat dicintai Allah adalah mengucapkan istighfar’ memohon ampunan kepada Allah Ta’ala. Seperti disebut dalam sebuah hadis bahwa iman manusia itu kadang naik dan kadang turun. Maka saat iman itu turun, saat itu pula banyak manusia yang tergelincir dalam kubangan dosa dan maksiat. Dosa dan maksiat akan menjadi hijab dinding pembatas bagi seorang hamba untuk bisa dekat kepada Allah. Karena itu, berbuat baik istighfar atau melakukan kebaikan selepas melakukan kesalahan adalah jalan terbaik agar iman itu bercahaya kembali. Tentang perbuatan baik itu, Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang pagi dan petang dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” Qs. Hud 114. Ayat di atas asbab turunnya karena ada sebuah kisah dari sahabat Ibnu Mas’ud yang mengatakan kala itu ada seorang lelaki mencium seorang wanita bukan mahrom. Lalu orang itu berkata, “Wahai Nabi, apakah ayat itu khusus bagiku?” Nabi menjawab, “Bagi orang yang mengamalkannya dari umatku.” HR. Bukhari, 4687 Ketiga, miliki akhlak mulia dalam setiap pergaulan. Manusia, tidak akan pernah bisa mengikat hati seseorang dengan hartanya, pangkat dan lain sebagainya. Kalau pun bisa, semua itu sifatnya hanya sementara saja tidak langgeng. Tapi, manusia bisa mengikat hati manusia dengan akhlak mulia. Sebab akhlak mulia itu ibarat besi semberani, sekali ia menarik, maka benda-benda disekitarnya akan tertarik semua. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan dicintai oleh setiap manusi di manapun berada selama ia tetap mengedepankan akhlak mulia. Andai pun ia telah tiada, maka namanya akan tetap harum mewangi, dan tak pernah lekang di telan waktu. Lihat bagaimana akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Meski mereka sudah tidak hidup lagi di dunia ini, tapi cahaya akhlaknya masih terus dikenang dan diteladani oleh milyaran manusia sepanjang masa. Tentang akhlak mulia itu, umat Islam tidak semestinya mencari contoh lain selain dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemuliaan akhlak Nabi sampai di puji dan diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam al Quran. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik.” Qs. Al-Ahzab 21 Bahkan, tentang akhlak mulia itu, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri sudah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Asy-Syaikh Al-Albani t menshahihkannya dalam Shahih Al-Adab Berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat adalah bukti nyata dari benarnya keimanan, lurusnya tauhid dan kokohnya amalan. Baik buruknya iman dan amal seseorang, akan terlihat bagaimana wujud akhlaknya. Maka tak heran, orang yang berakhlak mulia berbudi luhur akan mendapatkan kecintaan manusia lain. Di antara contoh akhlak mulia antara lain; silaturahim, memaafkan kesalahan orang lain, berkata baik, benar dan lemah lembut, sopan santun dalam segala hal, rendah hati, tidak banyak membuat-buat perkataan yang sifatnya ujub, termasuk selalu berwajah ceria dihadapan saudara sesama muslim lainnya merupakan akhlak mulia. Ibnul Mubarak pernah berkata, “Salah satu bentuk akhlak mulia adalah wajah yang selalu berseri, memberikan kebaikan, dan mencegah diri dari menyakiti orang.” Jamiul Ulum wal Hikam 1/457. Semoga Allah Ta’ala menguatkan hati kita untuk selalu berakhlak mulia, walaupun dengan berwajah cerah, ceria saat berjumpa sesama muslim lainnya. Dengan begitu, rasa kasih dan sayang manusia kepada kita akan akan menjadi wasilah turunnya rahmat dari Allah, wallahua’lam. A/RS3/RI-1 Mi’raj News Agency MINA Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Mari sama-sama kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan segala perintahnya dan berusaha secara maksimal meninggalkan segala laranganNya. Sebab, dengan taqwa inilah, semoga kelak kita menjadi penghuni surga, amin ya rabbal alamin. Kemuliaan bulan Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan oleh Al Allamah Syaikh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Najah was Surur karena di dalamnya terdapat kewajiban haji rukun Islam. Dalam bulan Dzulhijjah, semua doa akan dikabulkan oleh Allah. Maka Allah mengabadikan kemulian sepuluh hari Dzulhijjah dalam Al Qur’an وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْرٍ Artinya “Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” QS. Al Fajr 1-2 Ulama berbeda pendapat dalam memaknai ayat ini Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan adapula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram,termasuk di dalamnya hari Asyura. Sedangkan Imam Suyuthi mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Pendapat mengenai sepuluh malam Dzulhijjah dalam Surat Al Fajr ditegaskan pula oleh Syaikh Muhammad bin Nashiruddin Addimasyqi Asy Syafi’i “Ayat walayalin aysr menggunakan kalimat nakirah umum karena malam-malam itu adalah paling utamanya malam dalam setahun. Maka pendapat bahwa itu sepuluh malam Dzulhijjah sangat sohih dan masyhur. Para ulama menjelaskan bahwa fajar itu adalah fajar hari Arafah dan yang dimaksud malam sepuluh adalah sepuluh malam Dzulhijjah.” Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Salah satu pesan penting yang dapat kita ambil dari peristiwa Idul Adha di bulan Dzulhijjah ini adalah mengenai khutbah Rasulullah Muhammad ﷺ saat berkhutbah di depan para shahabatnya. Dalam kitab Khutubatun Nabi Rasulillah disampaikan bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda عن ابن عباس رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم خطب الناس يوم النحر فقال يا ايها الناس اي يوم هذا؟ قالوا يوم حرام قال فاي بلد هذا؟ قالوا بلد حرام قال فاي شهر هذا قالوا شهر حرام. قال فان دماءكم واموالكم واعراضكم عليكم حرام كحرمة يومكم هذا في بلدكم هذا وفي شهركم هذا Artinya Hadits dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada para umatnya pada hari Idul Qurban. Nabi bersabda “Wahai para manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab Ini ini haram. Wahai para manusia, negara apakah ini? Mereka menjawab Ini negara para manusia, bulan apakah ini? Mereka menjawab Ini bulan haram.” Nabi Muhammad bersabda lagi “Sesungguhnya darahmu, hartamu dan anggota tubuhmu itu haram sebagaimana keharaman hari ini, di negara ini dan bulan ini. HR Imam Bukhari Kalimat Rasulullah dalam khutbah itu diulang-ulang dan dilanjutkan dengan doa dan penegasan bahwa khutbah itu sebagai wasiyat pada umatnya. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi pertumpahan darah antara umat Islam dengan kaum kafir setelah hari Idul Qurban itu. Dari hadits tersebut di atas, sebagai umat Islam yang merasakan nikmatnya hidup di Indonesia yang telah merdeka 76 tahun, dapat mengambil tiga pesan Rasulullah dimaksud Pertama, seorang pemimpin umat Islam harus berkomunikasi dan selalu membimbing umatnya. Salah satu cara komunikasi itu yakni dengan mengingatkan betapa pentingnya hari dan bulan yang mulia dan diharamkan oleh Allah. Memperingati hari dan bulan haram adalah dengan melaksanakan sunnah Rasulullah berpuasa, bertaqarrub dan beramal sosial secara istiqamah. Dan di bulan haram, tidak diperbolehkan perang beradu fisik dan menebar fitnah Kedua, di dalam sebuah kemulian ada tempat hidup yang selalu digunakan untuk beribadah, Nabi menyebutnya dengan kata balad. Kata balad dalam Kamus Al Munawwir karya KH Ahmad Warson Munawwir yang telah dikoreksi KH Ali Ma’shum dan KH Zainal Abidin Munawwir bermakna daerah, negeri, desa, kampung, tanah air. Jika Nabi Muhammad ﷺ menyebut kata balad dalam khutbah idul adha, maka perlu kita ambil hikmah bahwa betapa cintanya Nabi Muhammad kepada tanah airnya sesuai dengan firman Allah إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ مَنْ جَاءَ بِالْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Artinya “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu melaksanakan hukum-hukum Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali Makkah. Katakanlah "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". QS. Al Qashah 85 Ketiga, betapa pentingnya menjadikan Islam sebagai agama yang mendorong lahirnya perdamaian, bukan agama kekerasan penuh peperangan. Sejarah perintah berqurban kepada Nabi Ibrahim yang diminta menyembelih putranya Nabi Ismail dan kemudian diganti domba adalah sebuah bukti bahwa Islam sangat melindungi hak asasi manusia dan cinta perdamaian. Al Qur’an mencatat sejarah ini sebagai bentuk penyempurnaan manusia berbakti pada Allah Surat As Shaffat ayat 102 فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Syaikh Utsman bin Hasan Al Khaubawi dalam kitab Durratun Nashihin memberikan penjelasan bahwa perjalanan Nabi Ibrahim dari negeri Syam hingga Makkah dalam mengikuti perintah Allah diabadikan dalam rangkaian ibadah sunnah puasa Tarwiyah yataraw, memikirkan diri atas mimpi menyembelih anaknya dan puasa Arafah arafa, tahu dan yakin bahwa mimpi itu dari Allah. Arafah juga menjadi tempat puncak ibadah haji. Dan kemudian hari kesepuluh Dzulhijjah menjadi penyembelihan nahr. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Rasa syukur Nabi Ibrahim atas tidak jadinya menyembelih putranya, diganti dengan menyembelih kambing, 300 lembu dan 100 unta demi taat kepada Allah. Jelas sekali bahwa qurban ini menjadi ibadah sosial yang sangat mengangkat derajat para peternak hewan dan menjadi bukti emansipasi kepada kaum dlu’afa yang menerima manfaat pembagian daging qurban. Di penghujung khutbah ini perlu ditegaskan kembali pentingnya umat Islam memuliakan agama dengan cara mengikuti seluruh perintah Allah. Umat Islam yang sudah kaya harta, diwajibkan untuk haji ke baitullah. Termasuk disunnahkan melaksakanakan qurban. Allah berfirman إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ Artinya “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.” QS. Al Kautsar 1-3 Hal terpenting lainnya adalah tentang memanusiakan bangsa dengan cara yang tepat mencintai tanah air hubbul wathan. Kita tahu bahwa Makkah yang disanjung oleh Nabi Muhammad sebagai titik sejarah peradaban. Bahkan di sekeliling Ka’bah antara hajar aswad, makam Ibrahim dan sumur Zamzam ada makam Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Syu’aib, Nabi Shalih dan 99 Nabi lainnya kitab Manasik Hajikarya Syaikh Shalih bin Umar Assamarani. Dengan cara Nabi mencintai Makkah dan Madinah, maka kita pun bangsa Indonesia juga sangat perlu mencintai negeri tanah air ini dengan menjadikan negeri yang damai, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Nabi Muhammad menyempurnakan syariat Islam dengan kesempurnaan iman melalui cinta tanah air. Termasuk di usia 30 tahun, Nabi Muhammad berhasil menyatukan Makkah dengan peletakan hajar aswad di samping pintu Ka’bah. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Mengakhiri hari jumat di bulan Dzulhijjah tahun ini, mari kita tetap teguhkan bahwa agama Islam yang kita anut menjadi Islam rahmatan lil alamin, agama penebar kasih sayang. Dan mari kita isi, hari demi hari hidup di Indonesia dengan teguh memegang ajaran agama Islam dan cinta tanah air dalam rangka menyempurnakan keimanan kita. جعلنا الله وإياكم من والفائزين الامنين وادخلنا واياكم في زمرة عباده الصالحين اعوذ بالله من الشيطان الرجيم وقال اني ذاهب الى ربي سيهدين رب هب لي من الصالحين وقل رب اغفر وارحم وانت خير راحمين Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Penulis M. Rikza Chamami, Sumber NU Online

pesan nabi muhammad kepada umatnya